Pramoedya.id: Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) memastikan akan mengepung kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pekan depan. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap lambannya penanganan proyek infrastruktur irigasi di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS MS) yang dinilai amburadul.
Aksi massa ini merupakan “kartu merah” bagi PT Brantas Abipraya yang dianggap gagal total dalam mengerjakan proyek tersebut. FORMMASI menilai pengerjaan irigasi ini bukan sekadar masalah keterlambatan teknis, melainkan potret nyata pengkhianatan terhadap kepentingan petani dan rakyat kecil di Lampung.
Rahmat Basuki, perwakilan FORMMASI, menegaskan bahwa pihaknya menuntut Menteri PU untuk segera memutus kontrak PT Brantas Abipraya tanpa kompromi. Menurutnya, tidak ada ruang bagi kontraktor yang hanya mengejar profit tanpa mempedulikan kualitas bangunan. Selain pemutusan kontrak, massa juga mendesak adanya audit investigatif menyeluruh terhadap BBWS Mesuji Sekampung dan pencopotan pejabat yang terindikasi “main mata” dengan pihak kontraktor.
“Uang rakyat bukan untuk mainan! Proyek irigasi ini adalah urat nadi petani, tapi di lapangan kami menemukan kebobrokan yang nyata. Jika Kementerian PU tetap diam, maka patut diduga ada permainan di balik meja,” ujar Rahmat Basuki, Minggu (15/2/2026).
Tidak hanya ke Kementerian PU, massa berencana melakukan long march menuju Gedung Merah Putih KPK untuk meminta lembaga antirasuah tersebut memeriksa aliran dana proyek. FORMMASI menduga adanya aroma korupsi lantaran pengerjaan tetap dibiarkan berjalan meski dianggap tidak sesuai spesifikasi. Mereka juga mendesak agar PT Brantas Abipraya dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) proyek negara.
Dengan membawa bukti-bukti pendukung terkait kondisi proyek di lapangan, FORMMASI menegaskan tidak akan mundur hingga tuntutan mereka dipenuhi.
“Kami tidak akan mundur sejengkal pun sebelum kontrak PT Brantas Abipraya dihentikan secara permanen demi menyelamatkan sisa anggaran negara,” pungkasnya. (*)







