Pramoedya.id: Sejumlah mahasantri Mahad Al Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pencegahan penyakit menular yang diselenggarakan oleh Klinik Pratama UIN RIL. Kegiatan yang berfokus pada antisipasi penyakit kulit, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan diare ini digelar di Gedung C Mahad Al Jami’ah, Rabu (8/4/2026).
Kepala UPT Mahad Al Jami’ah, Amiruddin, menyatakan bahwa agenda ini merupakan langkah preventif yang krusial bagi penghuni asrama. Ia menilai sinergi antara pengelola asrama dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk memantau kondisi fisik para mahasantri di tengah kesibukan akademik.
“Mahad UIN RIL dari segala aspek diperhatikan, mulai dari segi pendidikan, fasilitas, hingga kesehatan. Kita berharap mahasiswa, khususnya mahasantri, dapat tumbuh menjadi pemimpin di masa depan,” kata Amiruddin dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Amiruddin, kesehatan merupakan fondasi utama bagi mahasiswa untuk menjalankan peran mereka sebagai calon pemimpin. Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya berfokus pada pengembangan kurikulum dan fasilitas fisik, tetapi juga menjamin standarisasi kesehatan lingkungan asrama.
Dalam bimbingan teknis tersebut, dua dokter dari Klinik Pratama UIN RIL, Nur Fitri Hayati dan Yoki Robiyanto, hadir sebagai narasumber. Keduanya memberikan edukasi komprehensif mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan asrama.
Dalam paparannya, tim medis menekankan bahwa risiko penyakit kulit dan diare sering kali muncul di lingkungan padat penghuni jika kebersihan diri tidak dijaga. Selain itu, terkait ancaman DBD, para mahasantri diminta waspada terhadap genangan air di sekitar asrama yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama di sekitar area asrama,” ujar tim medis di hadapan peserta.
Pantauan di lokasi menunjukkan para mahasantri cukup antusias mengikuti sesi diskusi. Beberapa peserta aktif melontarkan pertanyaan mengenai cara deteksi dini gejala DBD dan tips praktis menjaga kesehatan kulit di tengah jadwal aktivitas yang padat. Melalui bimtek ini, para mahasantri diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut mengedukasi rekan-rekan mereka dalam menjaga sanitasi di lingkungan kampus. (*)







