Pramoedya.id: Langit di atas Mahan Agung, Bandar Lampung, mendadak pekat pada Sabtu sore (28/2/2026). Tak lama kemudian, hujan deras mengguyur bertepatan dengan persiapan pembagian takjil hari kelima yang digelar Tim Penggerak PKK bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung.
Meski aspal mulai basah dan angin bertiup kencang, puluhan petugas dari Dinas Pariwisata hingga Biro Hukum tetap bergeming di posisinya. Mereka tetap menyodorkan paket makanan kepada pengendara yang menepi.
“Cuaca memang tidak bisa ditebak, tapi semangat tim tidak boleh luntur karena rintik hujan. Masyarakat sudah menunggu di luar gerbang,” ujar salah seorang koordinator lapangan di lokasi.
Antrean warga yang biasanya mengular di pinggir jalan tetap terlihat tertib meskipun mereka harus mengenakan jas hujan atau berlindung di bawah payung. Sebanyak 300 paket takjil yang berisi makanan berat dan kudapan ringan dibagikan sore itu.
Salah satu warga yang melintas, Sapri, mengaku terkesan dengan ketangguhan para petugas.
“Saya pikir tadi batal karena hujan deras, ternyata ibu-ibu PKK dan dinas masih di sana. Ini sangat membantu kami yang masih di jalan saat waktu berbuka tiba,” kata pria yang bekerja sebagai ojek daring tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Di balik pembagian paket pangan tersebut, terdapat pesan mengenai konsistensi pelayanan publik dalam kondisi apa pun.
“Intinya adalah kepedulian. Ramadan adalah momentum untuk mempererat silaturahmi, dan hujan justru menjadi bumbu yang menunjukkan kebersamaan kita tetap solid,” tambah petugas lainnya di sela-sela pembagian makanan. (*)







