Pramoedya.id: Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Intan Lampung terus memacu kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajarnya demi mengejar target internasionalisasi universitas. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui program penguatan bahasa Inggris bagi dosen yang bekerja sama dengan Connect English Community.
Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (MoA) pada Senin (9/2/2026) di gedung fakultas setempat. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi komunikasi akademik dan profesional para dosen agar siap menghadapi tantangan global.
Dekan FST UIN Raden Intan Lampung, Andi Thahir, mengungkapkan bahwa peningkatan kemampuan bahasa asing bagi dosen adalah instrumen vital dalam mendorong daya saing fakultas di level internasional.
“Kami berharap program ini memberikan dampak nyata, baik untuk kebutuhan kegiatan akademik internasional, kolaborasi riset, maupun pengembangan jejaring global di masa depan,” ujar Andi Thahir.
Program pembelajaran ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis. Hingga saat ini, kegiatan telah berjalan sebanyak tiga kali pertemuan dengan fokus utama pada kelancaran berbicara (speaking), penguasaan kosakata akademik, serta peningkatan kepercayaan diri dalam forum ilmiah.
Andi Thahir menambahkan, sejauh ini hasil perkembangan para peserta menunjukkan tren yang sangat positif, baik dari sisi teknis berbahasa maupun kesiapan mental untuk terlibat dalam aktivitas berskala internasional.
“Capaian ini menjadi bekal penting bagi dosen kami dalam mendukung berbagai program ke depan, mulai dari perkuliahan berbahasa Inggris, publikasi ilmiah internasional, hingga kerja sama dengan mitra luar negeri,” imbuhnya.
Langkah penguatan kapasitas dosen ini juga sejalan dengan posisi UIN Raden Intan Lampung yang telah bergabung dalam jejaring University Mobility in Asia and the Pacific (UMAP) sejak tiga tahun lalu.
Sebagai anggota UMAP, kampus ini memiliki peluang besar untuk berpartisipasi aktif dalam mobilitas akademik lintas negara, seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen/staf, hingga aktivitas riset bersama di kawasan Asia dan Pasifik. Dengan dosen yang fasih berbahasa Inggris, peluang kolaborasi dalam ekosistem UMAP tersebut diharapkan dapat dioptimalkan secara maksimal. (*)







