Pramoedya.id: Dinamika pemilihan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Lampung mulai menghangat. Menyusul terbitnya surat resmi bernomor No: 9/PASI.LPG/IV/2026 tertanggal 25 Maret 2026 yang ditandatangani Sekretaris Umum PASI Lampung, Eko Nugroho, tentang pendaftaran bakal calon ketua umum masa bakti 2026–2030, sejumlah nama mulai bermunculan.
Salah satunya adalah Gunawan Raka, tokoh yang dikenal memiliki ketertarikan kuat pada olahraga lari. Ia mengaku terpanggil untuk ikut membangun prestasi atletik Lampung ke depan.
Beberapa hari setelah pengumuman itu diterbitkan, dukungan terhadap Gunawan mengalir dari berbagai daerah. Hingga hari terakhir pendaftaran, Senin (6/4/2026), ia telah mengantongi dukungan dari 9 pengurus PASI kabupaten/kota.
Kesembilan dukungan tersebut berasal dari Lampung Selatan, Lampung Timur, Mesuji, Tulangbawang, Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Utara, Kota Metro, dan Tulangbawang Barat.
“Saya rasa ini cukup dinamis. Teman-teman mempercayakan kepada saya organisasi ini untuk dikelola lima tahun ke depan. Tentu ini bukan tujuan akhir, ini baru awal,” kata Gunawan saat ditemui di kantornya di kawasan Way Halim, Bandarlampung, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, dorongan tersebut menjadi pijakan awal untuk membangun infrastruktur olahraga lari di Lampung. Terlebih, menurutnya, potensi atlet muda di provinsi ini sangat besar jika dikelola secara serius.
“Lampung ini penduduknya lebih dari 9 juta. Usia produktif sangat besar, termasuk usia sekolah 13–18 tahun dan mahasiswa 19–24 tahun. Ini usia emas bagi atlet. Potensinya luar biasa,” ujarnya.
Gunawan menyebut, realitas tersebut seharusnya menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berpikir lebih strategis dalam menyiapkan atlet berprestasi, terutama menghadapi agenda besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Bagaimana kita mau siap jadi tuan rumah PON 2032 kalau tidak punya visi menggali potensi itu dari sekarang,” katanya.
Lebih jauh, Gunawan menekankan pentingnya membangun pondasi pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ia mengakui, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi pemerintah.
Karena itu, ia mendorong pengurus olahraga untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan alternatif.
“Jangan biarkan bibit atlet potensial berguguran sebelum jadi kuat. Membina itu bukan hanya program, tapi juga memberi harapan hidup bagi atlet,” ujarnya.
Menurut dia, ketergantungan pada bantuan pemerintah melalui KONI saja tidak akan cukup untuk menjalankan program pembinaan secara maksimal.
“Harus berani melakukan terobosan dan menggandeng mitra lain. Tidak bisa hanya menunggu,” tegasnya.
Gunawan bahkan membuka peluang kerja sama dengan konsultan profesional dan penerapan sport science dalam sistem pembinaan atlet ke depan.
Untuk target jangka pendek, ia menilai PON 2028 membutuhkan perhatian serius karena waktunya sudah semakin dekat.
“Kita harus realistis. Waktu menuju PON 2028 sudah dekat. Saya sudah mengantongi beberapa atlet potensial yang harus didorong untuk meraih medali. Ini jadi kewajiban pertama,” katanya.
Sementara untuk PON 2032, ia menyiapkan strategi jangka panjang dengan fokus pada pembinaan atlet usia 13–17 tahun sebagai calon kekuatan utama.
Dalam membangun organisasi, Gunawan menegaskan komitmennya untuk merangkul semua pihak tanpa sekat.
“Saya siap bekerja sama dengan siapa pun untuk membangun PASI Lampung. Tidak perlu ada like and dislike. Kita harus bersatu,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan para pakar dan praktisi atletik guna menciptakan sistem pembinaan yang profesional dan berkelanjutan.
“Pekerjaan yang saya tidak mampu akan diserahkan kepada yang lebih mampu. Intinya kebersamaan,” katanya.
Sesuai jadwal, tahapan Musyawarah Provinsi (Musprov) PASI Lampung dimulai dari pendaftaran pada 25 Maret hingga 6 April 2026. Selanjutnya, proses verifikasi dan validasi berkas akan berlangsung pada 9–15 April 2026.
Penetapan bakal calon dijadwalkan pada 18 April, sebelum puncak Musprov yang akan digelar pada 23 April 2026.
Gunawan memastikan seluruh berkas pendaftarannya telah diserahkan dan diterima panitia.
“Kita tunggu tahapan berikutnya. Kalau masih ada kekurangan, ada waktu perbaikan sampai 15 April. Mohon doanya, mari bersama membangun PASI Lampung yang berjaya dengan prestasi nyata,” tutupnya. (*)







