Baru Cair, Insentif Guru di Bandar Lampung Ditarik Lewat Grup WA

- Editor

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Pramoedya.id: Dunia pendidikan kembali dirundung duka. Dugaan pungutan terselubung mencuat usai pencairan dana insentif bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) non Aparatur Sipil Negara (non ASN) di Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan informasi sumber, sejumlah guru penerima insentif dilaporkan dimintai “sumbangan operasional” secara kolektif melalui grup WhatsApp bertajuk “Non Insentif non ASN GPAI”.

Dana insentif ini merupakan program pemerintah pusat yang dikaitkan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non ASN. Namun, setelah pencairan, beredar tangkapan layar obrolan grup yang menunjukkan ajakan menyisihkan sebagian dana untuk disetorkan ke rekening pribadi seseorang.

Dalam pesan pukul 13.42 WIB, seorang anggota grup bernama Megaria mengajak guru-guru mengirimkan dana ke rekening atas nama Suci Listari (BRI: 580001026769530), yang disebut sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak yang telah “berjasa” memperjuangkan pencairan insentif.

“Silakan untuk berbagi ke orang-orang yang sudah berjasa mengusahakan nama-nama kita mendapatkan insentif,” tulis Megaria dalam pesan tersebut.

Berdasarkan penelusuran, belasan guru disebut telah mentransfer dana ke rekening tersebut. Namun hingga kini tak ada kejelasan soal jumlah dana terkumpul, siapa saja yang mengelola, maupun peruntukannya. Hal ini mengundang kecurigaan di kalangan guru.

Saat dikonfirmasi, Megaria yang diketahui merupakan tenaga honorer di SDN 3 Kaliawi dan aktif dalam Dewan Koordinator Honorer Indonesia (DKHI) Bandar Lampung, membantah adanya unsur paksaan.

“Ini bukan pungli. Hanya sumbangan sukarela untuk dukung kegiatan operasional DKHI,” ujar Megaria, Kamis (24/7/2025).

Ia juga mengklaim bahwa pengumpulan dana itu telah disepakati melalui rapat internal dan tercatat dalam berita acara organisasi, namun tidak dapat dipublikasikan karena terikat Anggaran Rumah Tangga (ART).

Meski berdalih “sukarela”, praktik ini bukan yang pertama. Pada Maret 2025, Anggota DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, sempat menyoroti pungutan terhadap peserta PPG GPAI oleh asosiasi guru.

Kala itu, pungutan berkisar ratusan ribu rupiah untuk alasan seragam dan operasional disebut Asroni sebagai bentuk pungli yang tidak dapat dibenarkan.

Pemerhati pendidikan juga mendesak agar Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan aparat penegak hukum menelusuri dugaan pungutan terselubung ini. Sebab jika dibiarkan, model-model “sumbangan operasional” ini berpotensi mencederai rasa keadilan, menormalisasi pungutan tidak resmi, serta menciptakan relasi subordinatif di antara sesama guru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kemenag, Disdik, maupun aparat hukum soal keabsahan pengumpulan dana ini, maupun audit terhadap organisasi yang menghimpunnya.(Tim)

Berita Terkait

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak
Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit
Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas
BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR
BRI BalamGandeng Agung Podomoro
Kisruh SMA Siger, JPSI Desak Walikota Selamatkan Siswa ke Sekolah Lain
Ironi Genset MPP Balam, Harga Pasar Rp400 Juta, APBD Jebol Hingga Rp1 M
SMA Siger Tersandera Syarat Hampir Mustahil, Disdikbud Panggil Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:55 WIB

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:44 WIB

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Senin, 2 Februari 2026 - 20:07 WIB

Asroni Paslah: Verifikasi SMA Siger Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:50 WIB

BRI Dukung Program Pemerintah Melalui KUR

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:47 WIB

BRI BalamGandeng Agung Podomoro

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Sambut Lampung Tuan Rumah HPN dan PORWANAS 2027

Senin, 9 Feb 2026 - 15:27 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Walikota Pertanyakan Sikap Pemprov Usai Izin SMA Siger Ditolak

Kamis, 5 Feb 2026 - 20:55 WIB

Foto: ilustrasi

Perspektif

Orang-Orang yang Selalu Sibuk, Tapi Tidak Pernah Selesai

Kamis, 5 Feb 2026 - 06:33 WIB

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: BukanAgus

Bandarlampung

Skandal Jam KBM dan Aset, Izin SMA Siger Gagal Terbit

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:44 WIB