Bukan Gen Z, Dua Jurnalis Milenial Ini Sabet Juara Lewat Langkah Visual

- Editor

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Dulu, jurnalis akrab dengan suara gesekan pena di atas kertas. Duduk berhadapan dengan narasumber, mencatat cepat setiap kalimat yang dianggap penting, lalu pulang dengan kepala penuh kutipan. Dari sana, berita disusun rapi, runut, dan selesai. Tak banyak yang berubah selama puluhan tahun.

Hingga kemudian dunia bergerak lebih cepat dari cara lama itu bekerja. Era perekam suara datang; tape recorder mengambil alih sebagian kerja tangan. Wartawan tak lagi dihantui ketakutan kehilangan kutipan krusial. Semua terekam utuh, tinggal diputar ulang di meja redaksi.

Namun, evolusi tak mengenal kata henti. Perekam suara mengecil, menyusup ke dalam telepon genggam. Kamera ikut hadir, lalu internet menyusul. Dalam satu genggaman, seorang jurnalis kini bisa melakukan hampir segalanya: merekam, memotret, menulis, sekaligus mengirimkan berita ke ruang publik dalam hitungan detik.

Media sosial kemudian datang membawa tuntutan baru berupa kecepatan dan kekuatan visual. Publik tak lagi merasa cukup dengan teks yang berderet. Mereka ingin melihat langsung, bahkan dalam banyak kasus, ingin merasa hadir di lokasi melalui potongan visual. Di titik ini, jurnalisme seolah didorong keluar dari zona nyamannya yang lama.

Liputan kini tak lagi dianggap usai saat tulisan terbit. Ia harus bertransformasi menjadi video pendek atau potongan visual yang dinamis. Jurnalis kekinian, terutama dari generasi Z, mulai merambah dunia vlog yang merekam proses liputan itu sendiri. Mereka berbicara di depan kamera, menyusun cerita secara personal, seperti menulis opini dalam bentuk gambar bergerak.

“Gen Z emang gitu yang diwawancara gue. Tapi kameranya dia mulu,” kata panji Pragawaksono mengungkapkan keheranannya ketika diwawancari wartawan Gen Z kala itu.

Tak khayal,di tengah arus perubahan yang deras itu, dua jurnalis di Lampung, Atika Oktaria S. Nilam dan Siti Khoiriah, memilih untuk tidak sekadar menjadi penonton. Meski berasal dari generasi milenial, keduanya berupaya menyelami perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi jurnalistiknya. Dalam proses menyelami itu mereka andil menjadi salah dua yang mengolah Sosmed IJP Lampung.

Kemudian keduanya memulai langkah peruntungan membuat video pendek ruas jalan yang sempat menjadi buah bibir: Simpang Korpri–Purwotani. Jalan ini dulunya ramai dikeluhkan warga karena kondisinya yang memprihatinkan. Namun, Atika dan Siti melihat sesuatu yang melampaui sekadar urusan infrastruktur. Ada perubahan yang terjadi secara perlahan dan nyaris tanpa disadari.

Dulu viral karena keluhan, kini jalur tersebut menjadi andalan. Alih-alih hanya menuliskannya sebagai berita lempeng, mereka memanggul kamera. Mereka merekam potongan-potongan perubahan, menyusunnya menjadi alur cerita yang utuh, sederhana, namun terasa sangat dekat dengan realitas warga.

Video tersebut mereka beri judul: “Dari Viral ke Vital, Jalan Simpang Korpri–Purwotani Kini Jadi Andalan.”

Tak ada narasi yang dipaksakan dalam karya itu. Keduanya hanya menangkap pergeseran waktu apa adanya. Mulai dari masa keluhan, proses perbaikan, hingga manfaat yang kini dirasakan masyarakat. Pendekatan kreatif ini pun berbuah manis. Karya tersebut membawa mereka meraih Juara 2 dalam lomba video kreatif yang digelar Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung dalam rangka HUT ke-62 Provinsi Lampung.

Namun, bagi mereka, hasil akhir bukanlah segalanya. Nilai utamanya terletak pada cara pandang baru dalam menyampaikan informasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis juga bisa hadir lewat karya kreatif yang dekat dengan masyarakat,” ujar salah satu dari mereka.

Apresiasi pun mengalir dari rekan sejawat. Ketua Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP), Abung Mamasa, menyebut karya mereka sebagai sesuatu yang segar dan melampaui kebiasaan lama.

“Selamat ya buat konten kreator IJP, keren, kalian tiada duanya,” ucapnya.

Ucapan senada juga datang dari Septiani dan rekan-rekan jurnalis lainnya. (*)

Berita Terkait

Jalankan Arahan Wali Kota, Camat dan Lurah Balam Aktifkan Gerakan Bersih Selokan
UIN Lampung Terima 5.153 Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2026, Peminat Tembus 17 Ribu
SPAN-PTKIN 2026 Umumkan Hasil, UIN RIL Catat Ribuan Peminat dan 5.153 Lolos
Didukung 9 Daerah, Gunawan Raka Maju Calon Ketua Umum PASI Lampung
Polemik PT PSMI Seret Nasib Petani, Aliansi Triga Lampung Desak Kepastian Hukum
Mahasiswi FEB Unila Raih Juara 1 PILMAPRES Diploma 2026
Halal Bihalal Sikambara, Suporter Diajak Kembali Ramaikan Stadion
Penyair Isbedy dan Syaifuddin Gani Baca Puisi di TikTok Talk Malam Ini

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 02:52 WIB

Jalankan Arahan Wali Kota, Camat dan Lurah Balam Aktifkan Gerakan Bersih Selokan

Selasa, 7 April 2026 - 23:44 WIB

Bukan Gen Z, Dua Jurnalis Milenial Ini Sabet Juara Lewat Langkah Visual

Selasa, 7 April 2026 - 22:01 WIB

UIN Lampung Terima 5.153 Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2026, Peminat Tembus 17 Ribu

Selasa, 7 April 2026 - 21:58 WIB

SPAN-PTKIN 2026 Umumkan Hasil, UIN RIL Catat Ribuan Peminat dan 5.153 Lolos

Selasa, 7 April 2026 - 21:44 WIB

Didukung 9 Daerah, Gunawan Raka Maju Calon Ketua Umum PASI Lampung

Berita Terbaru