Kemenag Wajibkan Ma’hadisasi di Seluruh PTKIN

- Editor

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan program ma’hadisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai agenda strategis nasional yang wajib dilaksanakan mulai tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan memiliki karakter keislaman yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Kebijakan tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno, dalam Rapat Koordinasi Tingkat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Amien Suyitno menekankan bahwa ma’hadisasi bukan sekadar pembangunan asrama mahasiswa sebagai tempat tinggal. Lebih dari itu, setiap PTKIN harus membangun Ma’had al-Jamiah dengan tata kelola, kurikulum, dan sistem pembinaan karakter layaknya pondok pesantren.

“Ma’hadisasi bukan sekadar membangun asrama, tetapi membangun Ma’had al-Jamiah yang sesungguhnya dengan kurikulum kepesantrenan yang terstruktur. Jangan sampai Ma’had hanya berfungsi seperti kos-kosan,” ujar Amien Suyitno.

Solusi Literasi Dasar Keislaman

Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh tantangan serius terkait kualitas input mahasiswa PTKIN, terutama menyangkut literasi dasar seperti kemampuan membaca Al-Qur’an. Menurut Amien, persoalan ini harus diselesaikan dari hulu melalui sistem asrama yang terintegrasi.

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan di hilir. Ma’had menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki kualitas akademik dan karakter mahasiswa sejak awal masuk kampus,” tegasnya.

Selain penguatan karakter, program ini dinilai memberikan keuntungan ganda (double advantage). Di satu sisi memperkuat pembinaan, di sisi lain dapat meningkatkan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) kampus secara signifikan tanpa harus menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Investasi Jangka Panjang

Amien Suyitno menambahkan bahwa pendanaan untuk ma’had bukanlah proyek spekulatif, melainkan investasi jangka panjang yang aman karena terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi Islam. Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 akan menjadi barometer keseriusan para rektor PTKIN dalam mewujudkan program ini secara nyata, bukan sekadar simbolik.

“Pendidikan tinggi keagamaan Islam harus unggul secara akademik, bereputasi global, dan relevan dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan moderasi beragama,” pungkasnya. (*)

Rapat koordinasi ini diikuti oleh jajaran direktur di lingkungan Ditjen Pendis serta ratusan rektor PTKIN se-Indonesia. Selain membahas ma’hadisasi, pertemuan ini juga merumuskan standar mutu pendidikan tinggi, mulai dari kualitas dosen hingga sarana prasarana penunjang akademik. (*)

 

Berita Terkait

Kopertais Buka Suara Soal Dugaan Pabrik Skripsi An-Nur, Usul Mustafida Dinonaktifkan
FORMMASI Apresiasi Langkah Kemenag, Ingatkan Jangan Ada ‘Main Mata’ dalam Kasus An-Nur
Kemenag Akui Penanganan Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur Lampung Berproses
D-SMART Jadi Senjata Baru Disdik Lampung Tingkatkan Kesiapan Akademik Siswa
Cara PMII Lampung Menerjemahkan Relasi Manusia, Alam, dan Tuhan
Tempat Diskusi & Screening Film Pesta Babi Kembali Bergeser
Jaga Ruang Kritis, BEM Malahayati Tetap Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’
Resmi Dilapor ke Kemenag, Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur Lampung Libatkan 2.327 Mahasiswa

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:09 WIB

Kopertais Buka Suara Soal Dugaan Pabrik Skripsi An-Nur, Usul Mustafida Dinonaktifkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:31 WIB

FORMMASI Apresiasi Langkah Kemenag, Ingatkan Jangan Ada ‘Main Mata’ dalam Kasus An-Nur

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kemenag Akui Penanganan Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur Lampung Berproses

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:22 WIB

D-SMART Jadi Senjata Baru Disdik Lampung Tingkatkan Kesiapan Akademik Siswa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:38 WIB

Cara PMII Lampung Menerjemahkan Relasi Manusia, Alam, dan Tuhan

Berita Terbaru

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu, Rusdianto, ketika diwawancarai.

Pringsewu

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:17 WIB

Lampung

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:07 WIB

Lampung

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:57 WIB