Refleksi Pemikiran KH. M. Imam di Lampung

- Editor

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Studi Kader (KLASIKA) Lampung bersama Komunitas Jaringan Gusdurian Lampung menggelar acara “Membaca Keheningan KH. M. Imam Aziz” di Rumah Ideologi KLASIKA, Bandar Lampung, Jumat (22/8) malam. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati 40 hari wafatnya KH. M. Imam Aziz, pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) dan pengasuh Pesantren Bumi Cendikia Yogyakarta.

Acara ini dirancang sebagai ruang hening dan refleksi atas kiprah dan pemikiran almarhum yang dikenal menginspirasi gerakan intelektual Islam dan aktivisme sosial di Indonesia. Rangkaian kegiatannya meliputi pembacaan Yasin, tahlil, doa bersama, dan diskusi reflektif tentang warisan pemikiran Imam Aziz.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Safari Daud, mengenang Imam Aziz sebagai sosok yang visioner dan sederhana.

“Berpikir besar dan tampilan sederhana adalah dua hal yang melekat pada Mas Imam Aziz,” ujar Prof. Safari. Pemikiran Islam yang beliau gagas mengajarkan kami untuk selalu kritis dan membebaskan akal, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang tulus,” kata dia melalui rilis pers yang diterima Pramoedya.id, Sabtu (23/8/2025).

Ia menekankan bahwa seorang pemimpin sejati memiliki kegelisahan.

“Kalau pemimpin tidak punya kegelisahan, itu bukan pemimpin. Dia harus gelisah dan harus berbuat apa,” tambahnya.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, kegelisahan Imam Aziz justru menjadi tanda kepekaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Mas Imam adalah sosok yang selalu gelisah melihat ketidakadilan. Kegelisahan itu bukan kelemahan, tetapi tanda kepekaan dan keberpihakan kepada mereka yang lemah,” kata Khoir. Ia juga menambahkan bahwa pemikiran Imam Aziz menjadi teladan bagi generasi sekarang dalam membangun nilai dan arah untuk masa depan.

Tokoh Nahdlatul Ulama Lampung, H. Khaidir Bujung, menyoroti kesederhanaan Imam Aziz sebagai ciri khas yang melekat sepanjang hidupnya. “Kiai Imam selalu tampil sederhana, baik dalam keseharian maupun dalam memimpin gerakan. Kesederhanaan itulah yang membuatnya begitu dekat dengan banyak kalangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder KLASIKA, Chepry Chairuman Hutabarat, mengaitkan pemikiran Imam Aziz dengan filsafat Plato. Ia menjelaskan bahwa Imam Aziz mengajarkan manusia untuk terhubung oleh kepentingan yang berlandaskan kebajikan.

“Mas Imam mengutamakan logistikon akal sehat dalam setiap gerak kemanusiaannya, namun tetap seimbang dengan keberanian dan kesederhanaan. Itulah mengapa kiprah beliau membumi sekaligus bernilai universal,” jelas Chepry.

Chepry juga menyinggung pandangan filsuf Jürgen Habermas, menekankan bahwa bagi Imam Aziz, pengetahuan tidak berhenti pada aspek teknis. Sebaliknya, pengetahuan harus menjadi

“kegelisahan personal yang membebaskan dan memanusiakan,” tutupnya. (Rilis/*)

 

Berita Terkait

Pemprov Lampung Janji Teruskan Aspirasi PMII ke Presiden Prabowo
Bawa Keranda Mati, PMII Tagih Pemprov Lampung Gelar RDPU dalam 2×24 Jam
Sebut Tak Wakili Lampung, Pimpinan Marga Balak Soal Gelar Adat Jokowi
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya
Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri
Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai
Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pemprov Lampung Janji Teruskan Aspirasi PMII ke Presiden Prabowo

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WIB

Bawa Keranda Mati, PMII Tagih Pemprov Lampung Gelar RDPU dalam 2×24 Jam

Senin, 29 Juni 2026 - 13:17 WIB

Sebut Tak Wakili Lampung, Pimpinan Marga Balak Soal Gelar Adat Jokowi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:28 WIB

Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:07 WIB

Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya

Senin, 29 Jun 2026 - 12:07 WIB