Komisi V Sebut SPMB 2025 Sarat Celah

- Editor

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo. Sumber| Ist

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo. Sumber| Ist

DPRD Lampung soroti dugaan manipulasi afirmasi dan zonasi; sebut 83 persen siswa di sekolah unggulan tak penuhi nilai minimum.

Pramoedya.id: Komisi V DPRD Provinsi Lampung menyoroti maraknya dugaan manipulasi jalur afirmasi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Anggota Komisi V, Deni Ribowo, menyebut penyalahgunaan data ekonomi keluarga dan domisili menjadi celah yang kerap dimanfaatkan untuk meloloskan siswa yang tidak berhak.

“Verifikasi jalur afirmasi harus benar-benar ketat dan menyeluruh. Kita tidak ingin siswa dari keluarga tidak mampu malah tersingkir karena ada yang memanipulasi data,” ujar Deni, Selasa (24/6/2025).

Ia juga mengkritisi praktik mutasi domisili yang digunakan secara tidak sah untuk mengakali sistem zonasi. Menurutnya, jika dibiarkan, situasi ini hanya akan memperlebar ketimpangan akses pendidikan di Lampung.

Atas kondisi tersebut, Deni mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung untuk memperketat pengawasan dan menjalankan SPMB sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Transparansi dan keadilan, kata dia, harus menjadi prinsip utama dalam proses seleksi.

“Jangan sampai siswa yang layak malah gagal masuk karena sistemnya bisa dimanipulasi. Ini harus jadi perhatian serius,” katanya.

Deni juga mengangkat temuan tahun lalu di sekolah unggulan, di mana 83 persen siswa yang diterima tidak memenuhi standar nilai minimum. Menurutnya, angka itu jadi sinyal bahwa proses seleksi berjalan tanpa kendali mutu yang jelas.

“Kalau terus dibiarkan, ini akan jadi preseden buruk. Dinas harus berani memberi sanksi kepada sekolah yang terbukti melanggar aturan,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Ia menambahkan, sistem seleksi yang adil dan objektif adalah pondasi penting untuk menjamin pemerataan akses pendidikan. Jika tata kelola SPMB diperbaiki, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung bukan hal mustahil.

“Negara punya tanggung jawab untuk memastikan semua anak punya kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang. Pendidikan adalah kunci,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri
Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai
Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim
PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual
Kongres Dewan Rakyat Lampung Hadirkan Wamenham Mugiyanto, Seribu Anggota Siap Hadir
Lepas 33 Ribu Bibit Ikan di Mesuji, Gubernur Mirza Larang Sentrum Sungai
Sumbang 11 Persen Kasus TBC, Lamsel Jadi Sorotan Wagub Jihan
Kopertais Buka Suara Soal Dugaan Pabrik Skripsi An-Nur, Usul Mustafida Dinonaktifkan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:28 WIB

Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:17 WIB

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:07 WIB

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:57 WIB

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kongres Dewan Rakyat Lampung Hadirkan Wamenham Mugiyanto, Seribu Anggota Siap Hadir

Berita Terbaru

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu, Rusdianto, ketika diwawancarai.

Pringsewu

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:17 WIB

Lampung

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:07 WIB

Lampung

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:57 WIB